
Setiap pulang sekolah biasanya aku dijemput papi atau mamiku. Aku biasa menunggu di ruang tunggu siswa bersama teman-temanku yang sedang menunggu jemputan juga. Biasanya aku paling lambat dijemput, sehingga aku masih bias memperhatikan teman-temanku yang lain bermain. Ya…, sesekali aku juga ikut bermain dengan mereka, walaupun lebih banyak kuhabiskan waktuku untuk membaca buku atau mengerjakan tugas sekolah.
Tadi siang kebetulan tinggal aku dan Jennifer yang tersisa. Ku perhatikan wajahnya sedih dan binggung. Aku jarang berbicara dengannya, Jennifer agak tertutup dan pemalu, sehingga Akupun binggung untukmemulai bicara dengannya. Tetapi ketika melihat wajahnya itu, aku tergerak untuk berbicara dengannya. Mungkin saja aku bias membantunya.

