<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bethany Kid's Palu &#187; Anak Sekolah Minggu</title>
	<atom:link href="http://bethkids.wordpress.com/category/anak-sekolah-minggu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bethkids.wordpress.com</link>
	<description>.....setia pada perkara yang kecil</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2009 01:49:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bethkids.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e6a4eb92f5607f186c85d2c533128298?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bethany Kid's Palu &#187; Anak Sekolah Minggu</title>
		<link>http://bethkids.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bethkids.wordpress.com/osd.xml" title="Bethany Kid&#8217;s Palu" />
		<item>
		<title>IQ Anak Sulung Lebih Tinggi</title>
		<link>http://bethkids.wordpress.com/2009/02/09/iq-anak-sulung-lebih-tinggi/</link>
		<comments>http://bethkids.wordpress.com/2009/02/09/iq-anak-sulung-lebih-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 03:47:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi73545</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Sekolah Minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bethkids.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[ Anak yang dilahirkan sebagai yang tertua dalam sebuah keluarga besar kemungkinan akan memiliki IQ lebih tinggi dibandingkan saudara yang lain.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim Norwegia menemukan anak pertama, dan mereka yang kehilangan saudara lebih tua, sehingga kemudian menjadi yang tertua, mencatat skor lebih tinggi dalam tes intelegensi.
Adanya hubungan ini ditemukan setelah para peneliti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bethkids.wordpress.com&blog=3505670&post=65&subd=bethkids&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-71" src="http://bethkids.files.wordpress.com/2009/02/iq-sulung1.jpg?w=128&#038;h=92" alt="" width="128" height="92" /> Anak yang dilahirkan sebagai yang tertua dalam sebuah keluarga besar kemungkinan akan memiliki IQ lebih tinggi dibandingkan saudara yang lain.<br />
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim Norwegia menemukan anak pertama, dan mereka yang kehilangan saudara lebih tua, sehingga kemudian menjadi yang tertua, mencatat skor lebih tinggi dalam tes intelegensi.<br />
Adanya hubungan ini ditemukan setelah para peneliti mengkaji data dari 250 ribu tentara Norwegia. Laporan tersebut dimuat dalam jurnal Science.<br />
Selama berpuluh-puluh tahun, para ahli tidak sependapat mengenai bagaimana urutan kelahiran berpengaruh terhadap intelektualitas dan pencapaian prestasi.<br />
<span id="more-65"></span> &#8220;Lebih berotak&#8221;<br />
Mereka yang mendukung teori ini mengatakan anak-anak tertua biasanya mendapatkan perhatian serius dari orang tua mereka sejak usia dini.<br />
Yang lainnnya berpendapat bahwa perbedaan disebabkan ketika janin berkembang di dalam perut ibunya, dengan kehamilan berikutnya, sang ibu akan menghasilkan antibodi yang bisa merusak otak bayi.<br />
Sementara yang lainnya mengatakan bahwa hubungan antara urutan kelahiran dan intelegensi adalah hal yang tidak benar, atau bias karena besarnya jumlah keluarga, secara historis, pasangan dengan IQ yang lebih rendah cenderung memiliki anak-anak yang lebih tinggi IQ-nya.<br />
Professor Petter Kristensen, di Institut Nasional Kesehatan di bidang Kerja di Oslo dan koleganya Tor Bjerkedal, di Jasa Layanan Kesehatan Angkatan Bersenjata Norwegia mengatakan walaupun perbedaan IQ yang mereka temukan sedikit saja, namun ini penting artinya.<br />
Mereka juga mengatakan bahwa alasan di balik penemuan ini karena faktor sosial, bukan faktor biologi.<br />
Sebagai contoh, pria yang lahir sebagai anak ketiga namun kemudian kehilangan kakaknya di awal kanak-kanak, sehingga kemudian dibesarkan sebagai anak kedua memiliki skor IQ yang mendekati anak-anak yang dilahirkan betul-betul sebagai anak kedua.<br />
&#8220;Kami menemukan bahwa posisi sosial anak yang menentukan, dan bukan posisi biologinya yang menentukan.&#8221; kata Professor Kristensen.<br />
Frank Sulloway, dari Institut Penelitian Sosial dan Psikiatri di University of California, juga pernah melakukan penelitian hubungan bagaimana pola asuh mempengaruhi kepribadian dan intelegensi.<br />
Kepada harian Inggris, The Daily Telegraph, dia mengatakan IQ yang lebih tinggi pada anak sulung dicapai karena mereka mengajarkan sesuatu kepada adik-adik mereka.<br />
&#8220;Dan tambahannya juga, kecenderungan anak-anak pertama mendapatkan tempat terhormat di mata orang tua mereka, dan juga mengambil peran sebagai kakak yang matang, berdisplin, menjelaskan juga mengapa anak-anak sulung ini IQ-nya lebih tinggi,&#8221; kata Sulloway.<br />
Sumber:jawaban.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bethkids.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bethkids.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bethkids.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bethkids.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bethkids.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bethkids.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bethkids.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bethkids.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bethkids.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bethkids.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bethkids.wordpress.com&blog=3505670&post=65&subd=bethkids&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bethkids.wordpress.com/2009/02/09/iq-anak-sulung-lebih-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75300ab41ad5d86bac3e68c7f03b7b5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">devi73545</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bethkids.files.wordpress.com/2009/02/iq-sulung1.jpg?w=128" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Makna Doa Bagi Seorang Anak</title>
		<link>http://bethkids.wordpress.com/2009/02/09/makna-doa-bagi-seorang-anak/</link>
		<comments>http://bethkids.wordpress.com/2009/02/09/makna-doa-bagi-seorang-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 03:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi73545</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Sekolah Minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bethkids.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Allah Bapa, terima kasih atas mama dan papa dan Carol dan Don dan Tippy. Tolong aku untuk menjadi seorang penolong yang baik kalau kami memotong rumput besok.&#8221;
Doa Billy menunjukkan pengertian seorang anak yang mengagumkan tentang realitas Allah. Ia mengungkapkan kepedulian terhadap orang- orang yang berarti dalam hidupnya dengan menyebutkan nama mereka satu per satu di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bethkids.wordpress.com&blog=3505670&post=57&subd=bethkids&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-74" src="http://bethkids.files.wordpress.com/2009/02/img_0172doa.jpg?w=65&#038;h=96" alt="" width="65" height="96" /></p>
<blockquote><p>&#8220;Allah Bapa, terima kasih atas mama dan papa dan Carol dan Don dan Tippy. Tolong aku untuk menjadi seorang penolong yang baik kalau kami memotong rumput besok.&#8221;</p></blockquote>
<p align="justify">Doa Billy menunjukkan pengertian seorang anak yang mengagumkan tentang realitas Allah. Ia mengungkapkan kepedulian terhadap orang- orang yang berarti dalam hidupnya dengan menyebutkan nama mereka satu per satu di dalam doanya. Kadang-kadang ia membuat daftar doa tentang hal-hal yang ia inginkan untuk dirinya sendiri. Ia menyukai doa, karena doa memberinya rasa aman dan perasaan mampu. Rasa aman timbul dari pengertian bahwa Allah mendengarnya bila ia berdoa dan bahwa segala sesuatu pasti berjalan dengan baik. Perasaan mampu timbul karena ia dapat berbicara langsung kepada Pribadi yang begitu penting dan tahu bahwa Dia akan melakukan yang terbaik baginya.</p>
<p align="justify"><span id="more-57"></span>Namun, anak memiliki kesadaran yang sangat minim tentang arti doa. Jeffrey, berusia empat tahun, memahami doa seperti peristiwa- peristiwa yang terjadi secara harfiah, &#8220;Dan kemudian angin datang, menghembuskan doa-doa ke surga tempat Allah berada.&#8221; Anna, berusia lima tahun, percaya bahwa kegagalan untuk memperoleh jawaban yang diharapkan adalah karena kesalahan transmisi pada dirinya. &#8220;Kamu harus tahu kata-kata yang tepat agar doamu dikabulkan.&#8221;</p>
<p align="justify">Seorang gadis kecil tak mau lagi berdoa sebelum tidur sejak keluarganya pindah ke rumah baru. Orang tuanya akhirnya mengerti bahwa dulu ketika mereka tinggal tak jauh dari gereja, Melanie tidak mengalami kesulitan untuk percaya bahwa Allah sungguh-sungguh mendengar doanya. Tetapi saat pindah ke kota lain, ia sulit percaya bahwa doanya masih dapat didengar, karena letak &#8220;rumah Allah&#8221; jauh dari rumahnya.</p>
<p align="justify">Pernyataan-pernyataan tentang doa seperti ini sering diutarakan anak-anak dan hal tersebut menggambarkan dilema ganda yang disebabkan oleh pemahaman anak yang kabur tentang makna doa, ditambah lagi dengan kepastian yang kuat bahwa pengertiannya, apa pun isinya, adalah benar. Pengertian anak tentang doa amat diwarnai oleh pengertiannya tentang Allah. Dan hal ini tergantung pada sejauh mana pemahamannya tentang Allah. Jika Allah merupakan makhluk yang dapat dilihat secara fisik, dan tinggal entah di gedung gereja atau di atas awan yang tebal, menyampaikan pesan kepada-Nya lewat doa dapat menjadi tantangan yang besar.</p>
<p align="justify">Bahkan jika anak menerima gagasan bahwa Allah mendengar doa kita, doa seorang anak juga mencerminkan dimensi lain dari tingkat pemikiran anak tersebut. Oleh sebab itu, wajarlah jika sebagian besar proporsi doa-doanya berpusat pada diri sendiri, sesuai dengan pandangan dasar egosentris anak. Jika anak berdoa untuk orang lain, permintaan seringkali diungkapkan dari segi hubungan orang itu dengan dirinya. Misalnya, Dina yang berusia lima tahun berdoa, &#8220;Dan saya mohon tolonglah agar Mama dan Papa mengasihi saya.&#8221; Karena hubungan kasih sayang merupakan hal yang paling menyenangkan dalam hidup Dina, maka sangatlah wajar jika ia menaikkan doa semacam ini. Ia belum menyadari bahwa orang tuanya dan dirinya merupakan pribadi- pribadi yang terpisah, yang terkadang melakukan hal-hal yang tak berhubungan dengannya. Pengertian ini baru akan muncul beberapa tahun kemudian, setelah ia semakin lama menjalani hidup bersama orang tuanya.</p>
<p align="justify">Hampir sama dengan itu, anak-anak lebih tertarik pada doa-doa mereka sendiri daripada doa-doa orang lain. Karena kebanyakan doa-doa orang dewasa yang diamati anak-anak, khususnya di gereja, agak panjang (amat panjang menurut anak-anak), dan karena itu, agak membosankan (amat membosankan menurut anak-anak). Doa-doa orang lain cenderung kurang diminati anak.</p>
<p align="justify">Secara umum, anak-anak di bawah usia tujuh tahun biasanya memandang doa sebagai bentuk pemahaman akan Allah untuk hal-hal tertentu. Mereka cenderung berasumsi bahwa Allah memiliki kewajiban untuk melakukan apa yang mereka minta, dan tidak pada tempatnya untuk marah kepada Allah jika doa mereka tidak dijawab. Pada usia tujuh sampai sembilan tahun, anak-anak mulai memandang doa sebagai komunikasi dengan Allah, bukan sekadar meminta. Namun, permintaan masih cukup mendominasi isi doa anak-anak usia ini, meskipun banyak di antara isi doanya yang ditujukan demi kepentingan orang lain, termasuk binatang-binatang peliharaannya. Anak tidak marah kepada Allah jika doanya tidak terjawab. Sebaliknya, anak seusia ini cenderung mempertanyakan apakah doanya sudah diucapkan dengan kata- kata yang benar dan cukup tulus.</p>
<p align="justify">Mungkin karena konsep anak tentang doa begitu samar, kebanyakan perasaan, pikiran, dan apa yang dilakukan anak berkenaan dengan doa ditentukan oleh contoh doa orang dewasa yang ia amati. Jika contoh- contoh doa yang mereka amati berupa rangkaian kata-kata panjang dan formal kepada Allah, anak cenderung menyimpulkan bahwa doa itu membosankan. Jika doa itu ringkas, informal dan dengan masalah- masalah yang berkenaan dengan anak, doa akan dipandang sebagai suatu hal yang positif.</p>
<p><strong>Sumber</strong>:</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="97%">
<tbody>
<tr>
<td class="wj">
<li>Mengenalkan Allah Kepada Anak (Terjemahan dari Teaching Your Child About God), Wes Haystead, , Bab<em>Anak dan Doa</em>, halaman 109 &#8211; 111, Yayasan Gloria, Yogyakarta, 1996.</li>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bethkids.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bethkids.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bethkids.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bethkids.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bethkids.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bethkids.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bethkids.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bethkids.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bethkids.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bethkids.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bethkids.wordpress.com&blog=3505670&post=57&subd=bethkids&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bethkids.wordpress.com/2009/02/09/makna-doa-bagi-seorang-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75300ab41ad5d86bac3e68c7f03b7b5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">devi73545</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bethkids.files.wordpress.com/2009/02/img_0172doa.jpg?w=65" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>test 1</title>
		<link>http://bethkids.wordpress.com/2008/04/17/test-1/</link>
		<comments>http://bethkids.wordpress.com/2008/04/17/test-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 06:37:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi73545</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Sekolah Minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bethkids.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[latihan1
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bethkids.wordpress.com&blog=3505670&post=3&subd=bethkids&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>latihan1</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bethkids.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bethkids.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bethkids.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bethkids.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bethkids.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bethkids.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bethkids.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bethkids.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bethkids.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bethkids.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bethkids.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bethkids.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bethkids.wordpress.com&blog=3505670&post=3&subd=bethkids&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bethkids.wordpress.com/2008/04/17/test-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75300ab41ad5d86bac3e68c7f03b7b5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">devi73545</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>