Arsip untuk Guru Sekolah Minggu kategori

JANGAN JADI GURU SEKOLAH MINGGU

Posted in Guru Sekolah Minggu on Februari 13, 2009 by devi73545

Dipublikasi Artikel blog by Purnomo

Mungkin Anda ingin menjadi guru Sekolah Minggu (selanjutnya disingkat GSM) karena ada orang yang berkata menjadi seorang GSM hampir sama dengan menjadi seorang pendeta. Perkataan ini bisa memompa semangat Anda melambung ke langit tinggi dan berpikir muluk.

Perkataan orang itu tidak sepenuhnya salah. Tugas seorang GSM memang mirip dengan seorang pendeta. Ia harus menginjili anak-anak yang oleh Tuhan Yesus tidak pernah disepelekan hanya karena mereka adalah anak-anak. Sehingga seorang GSM harus dipersiapkan menguasai Firman yang akan disampaikannya; sehingga ia tidak boleh omong semaunya sendiri di depan anak-anak; sehingga ia harus menjadi teladan bagi anak-anak; sehingga ia harus menanggung sehingga-sehingga yang lain. Ini benar karena memang itu kewajibannya. Tetapi apa hak seorang GSM? Jangan berharap untuk mendapatkan hak yang sama dengan yang diperoleh seorang pendeta. Kok beda? Iyalah. Jadi pendeta sekolahnya mahal, sedangkan jadi GSM sekolahnya gratis.

Baca selebihnya »

Penampakan Sebagian GSM

Posted in Guru Sekolah Minggu on Februari 3, 2009 by devi73545

SEJARAH SEKOLAH MINGGU

Posted in Guru Sekolah Minggu on Januari 29, 2009 by devi73545

Banyak sekali guru Sekolah Minggu dan para pembina anak yang belum tahu cerita tentang bagaimana pelayanan Sekolah Minggu pertama kaili diselenggarakan. Oleh karena itu dalam edisi perdana, kami akan menyajikan terlebih dahulu sebuah artikel tentang sejarah Sekolah Minggu. Kalau kita menelusuri kembali ke jarnan Perjanjian Lama, maka sebenarnya Alkitab telah memberikan perhatian yang serius terhadap pembinaan rohani anak. Pada masa itu pembinaan rohani anak dilakukan sepenuhnya dalam keluarga (Ul.6:4-7). Sejak sebelum usia 5 tahun anak telah dididik oleh orang tuanya untuk mengenal Allah Yahweh. Pada masa pembuangan di Babilonia (500SM), ketika Tuhan menggerakkan Ezra dan para ahli kitab untuk membangkitkan kembali kecintaan bangsa Israel kepada Taurat Tuhan, maka dibukalah tempat ibadah sinagoge dimana mereka dapat belajar Firman Tuhan kembali, termasuk diantara mereka adalah anak-anak kecil. Orangtua wajib mengirimkan anak-anaknya yang berusia di bawah 5 tahun ke sekolah di sinagoge. Di sana mereka dididik oleh guru-guru sukarelawan yang mahir dalam kitab Taurat. Anak-anak dikelompokkan dengan jumlah maksimum 25 orang dan dibimbing untuk aktif berpikir dan bertanya, sedangkan guru adalah fasilitator yang selalu siap sedia menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Baca selebihnya »